Langsung ke konten utama

Postingan

Produksi Kopi Keberlanjutan

Green House | Koperasi Klasik Beans, Jawa Barat | © 2014 - Bincang Kopi K opi, sebagai salah satu komoditas yang diperdagangkan di seluruh dunia, memegang peranan penting yang menyangkut hajat hidup jutaan petani di negara-negara berkembang. Sekitar 25 juta petani di 50 negara-negara berkembang menggantungkan hidupnya pada tanaman kopi. Secara historis, pada masa kolonial kopi turut andil dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia berupa jalur kereta api dan pelabuhan di Pulau Jawa. Selain banyak memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa negara, kopi juga banyak membuka lapangan pekerjaan di pedesaan pada sektor produksi. Pada 1997, banjir kopi berkualitas rendah yang terjadi di Eropa mengakibatkan terjadinya krisis kopi yang ditandai dengan anjloknya harga kopi hingga 70 persen. Krisis yang terjadi pada kopi merembet pada dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam rantai nilai dan pasokan kopi. Dampak langsung dari jatuhnya nilai ekono...

Bird Friendly Coffee | Kopi Ramah Burung

D i kampung halaman saya, sebelum kebanyakan petani menggunakan pestisida, menjaga padi yang mulai menguning adalah hal lazim yang dilakukan anak-anak kecil seusai sekolah. “Hia, hia, hia… oeey…” , anak-anak berlarian di pematang sawah, meneriaki segerombolan burung pipit yang datang secara berhamburan. Burung-burung pipit tersebut datang dari desa lain yang sudah mengalami panen terlebih dulu. Selain itu, ada pula burung pemakan serangga, tikus sawah, dan burung pekicau yang sahut-menyahut. Sepenggal cerita di atas adalah pengalaman tentang burung yang pernah saya rasakan semasa duduk di bangku sekolah dasar. Dalam perjalan panjang sejarah manusia, burung memiliki nilai penting. Ia sering dijadikan simbol kebebasan, perdamaian dan, kesetiaan. Dalam kehidupan sehari-hari, burung memiliki manfaat tersendiri. Di sektor pertanian, ia menjadi predator yang membantu petani mengontrol populasi serangga dan tikus, sehingga mengurangi kerusakan tanaman dan hutan. Selain itu, i...

Jangan Lupa Bersihkan Grindermu!

Polla Grindminder, Ilustrasi milik philocoffeeproject.com    S udah menjadi rahasia umum jika grinder , baik manual ataupun elektrik, merupakan peralatan pertama yang harus dimiliki untuk menghasilkan cita-rasa terbaik dari kopi. Kebersihan grinder adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan agar sisa-sisa gilingan yang menumpuk di dalamnya tak mengontaminasi cita rasa. Sisa-sisa gilingan, yang tentu sudah hilang kesegarannya, akan memengaruhi aroma dan rasa kopi yang digiling berikutnya. Tumpukan sisa gilingan yang bercampur dengan minyak kopi akan membatu dan dapat menimbulkan kerusakan grinder , termasuk mata burr -nya. Pernah pada satu waktu, saya melihat beberapa grinder tidak bisa bergerak karena sisa kopi yang sudah mengeras hingga beberapa suku cadang harus diganti, bahkan ada grinder yang terdapat benda asing di dalamnya, seperti batu dan paku. Untuk itulah, membersihkan grinder secara teratur menjadi penting. Lantas, kapan grinder ha...

Yuk, Buat Kopi Favoritmu Sendiri

Cupping S aat ini kedai kopi sudah seperti rumah atau kantor kedua bagi masyarakat urban. Selain karena kenyamanan desain interior dan fasilitas internet yang begitu memanjakan, pesona dari aroma dan rasa kopi seolah memiliki daya magis yang membuat kita menjadi semakin betah berada di sana. Tentu saja, tak mungkin bila tiap waktu kita berada di kedai kopi sekadar untuk menikmati suasana tersebut, sebab ada hal lain yang hanya bisa kita selesaikan di tempat tertentu. Jika ingin tetap menikmati kopi di rumah maupun di kantor layaknya minum kopi favoritmu di kedai kopi, kita harus mengenal apa saja yang perlu diperhatikan untuk menyeduh kopi yang nikmat. Pada dasarnya, menyeduh kopi berarti mengekstrak kandungan yang terdapat dalam kopi dengan air. Untuk menghasilkan ekstraksi optimum dari kopi terlebih dahulu kita harus mengenali elemen apa saja yang memengaruhinya. Sebelum menyeduh kopi kenalilah terlebih dahulu jenis dan karakter tiap kopi. Misalnya, sekadar con...

Malu Bertanya Pahit Rasanya

Espresso B agi kamu yang biasa nongkrong di Starbucks atau biasa nongkrong di kafe, tentu akrab dengan minuman seperti Caffe Latte , Cappucino , Macchiato , Con Panna , Affogato . Tapi tahukah kamu jika berbagai minuman tersebut berbahan dasar Espresso? Mengenai istilah terakhir, saya memiliki pengalaman yang unik. Bisa jadi kamu juga pernah mengalaminya. Semoga saja tidak. Sekitar 8 tahun lalu, seorang teman perempuan pada forum diskusi online asal Surabaya datang ke Jakarta karena urusan kantor. Ibarat kata, “sambil menyelam minum air”, ia mengajak saya kopi darat di sebuah kedai kopi tak jauh dari tempat menginapnya. Sekitar jam 4 sore, kami bertemu pada tempat yang sudah ditentukan. Dia telah tiba 10 menit lebih cepat. Begitu saya duduk, dengan sigap dan senyum tampak memaksa, seseorang berpakaian rapi datang menyodorkan daftar menu. Melihat daftar menu yang ada, saya bingung mau memesan apa. Yang tampak hanya daftar istilah asing dan harga. Ya, itu adalah ...

Fourth Wave Coffee dan Pentingnya Sample Roaster

Sebuah Tinjauan Awal S etelah kurang lebih satu dasawarsa industri perkopian berkutat pada gelombang ke tiga ( third wave coffee ), kini kita dihadapkan babak baru yang dikenal dengan gelombang kopi ke empat ( fourth wave coffee ). Gelombang ke empat masih berkecimpung dalam ranah kopi spesialti. Hanya saja pada gelombang ke empat hubungan rantai nilai kopi, mulai dari perkebunan, penyangraian, hingga penyeduhan lebih komunikatif dan transparan. Kualitas kopi, kualitas hidup petani, serta kepuasan konsumen tersinergi dalam fourth wave coffee . Pola komunikasi rantai nilai dalam industri kopi bisa dibilang cukup rumit. Dalam hal ini, seorang roaster memegang peran tak hanya penting, melainkan vital. Menurut Ben Mann, dalam “ Entering the “ fourth wave ” of Specialty Coffee “, demi meningkatkan kualitas produksi yang berkelanjutan, seorang roaster harus menjalin komunikasi secara kontinu kepada eksportir dan petani. Seorang roaster wajib memberikan edukasi tentang ras...

8 Tips Menulis Novel Fiksi ala Paulo Coelho

Bagi Anda para pecinta fiksi mistik, sufistik atau filosofis, tentu tak asing dengan nama penulis berdarah Amerika Latin, Paulo Coelho. Dari tangannya, terlahir karya masyhur seperti; The Alchemist, The Zahir, The Witch of Portobello, Eleven Minutes, The Winner Stands Alone dan sebagainya. Karya-karyanya telah terjual lebih dari 100 juta kopi, diterjemahkan dalam 67 bahasa di 150 negara di dunia, termasuk bahasa Indonesia. Dalam web blog pribadinya, Coelho berbagi tips cara menulis buku atau novel sebagaimana pengalamannya selama ini kepada para penggemarnya. Berikut adalah beberapa cara yang perlu harus lakukan: Pertama, Keyakinan. Anda tidak bisa menjual buku yang diterbitkan berikutnya jika kita memandang rendah buku yang baru saja Anda terbitkan. Jadi, berbanggalah dengan apa yang Anda miliki. Ke dua, Percaya. Percayalah kepada pembaca, jangan menjelaskan sesuatu terlalu detail. Cukup beri petunjuk dan, biarkan para pembaca memenuhi petunjuk tersebut de...

Klazo

Jakarta menjerit! Begitulah gambaran warga Jakarta saban harinya. Sudah lama saya ingin menuliskan ini . Sejak kali pertama menginjakkan kaki di Ibukota. Saya merasa aneh dengan polah warga Jakarta. Apakah memang semua jagoan, merasa yang punya jalan,   atau mungkin mengalami gangguan kejiwaan sehingga mereka harus menjerit di sepanjang jalan? Mungkin juga jeritan tersebut merupakan gambaran batin yang meronta-ronta, memohon ampun dari siksa macet yang telah menguras uang mereka ? Klazo adalah istilah Yunani yang berarti menjerit. Pangkal kata dari klakson. Sebuah alat yang mulai digunakan sejak 1908 yang ditemukan kerabat Thomas Edison, Miller Reese Hutchison . Dengan daya elektromagnet dan kawat spiral, klakson bekerja sedemikian rupa hingga menimbulkan laungan sekian skala kekuatan suara. Waktu masih kecil, saat Bapak mengajariku mengendarai motor, ia selalu memintaku membunyikan klakson, menyalakan lampu sent serta melihat kaca spion sebelum mendahului kendaran....

Kumbokarno Gugur: nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Pagelaran wayang 1000 Hari Gus Dur   Ba’da isya’ (26/09) ratusan orang sudah berkumpul di kediaman Gus Dur, Ciganjur. Semua orang lintas etnis dan agama, berkumpul dalam satu wadah demi memperingati 1000 hari Gus Dur. Kata “memperingati” memiliki kata dasar ingat dengan awalan me - dan akhiran – i , dimana dalam hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenang atau membuka lembaran-lembaran lama tentang Gus Dur. Bagi saya—tentu ini sangat sujektif—Gus Dur ibarat batu kristal yang memiliki banyak sisi. Pada setiap sisi yang kita dekati, selalu saja ada keindahan tersendiri. Ya. Itulah Gus Dur dengan segala keluar-biasaan dalam keterbiasaannya. Malam itu kita diajak mengenal Gus Dur melalui pendekatan Budaya. Pagelaran wayang semalam suntuk sengaja diadakan keluarga ndalem. Alissa Wahid, Putri sulung Gus Dur, menceritakan bagaimana kecintaan Gus Dur terhadap budaya, wayang khususnya. Dulu saat mbak Alissa masih duduk di bangku perkuliahan di Yogyakarta, setiap Gus Dur d...