Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gus Dur

Kumbokarno Gugur: nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Pagelaran wayang 1000 Hari Gus Dur   Ba’da isya’ (26/09) ratusan orang sudah berkumpul di kediaman Gus Dur, Ciganjur. Semua orang lintas etnis dan agama, berkumpul dalam satu wadah demi memperingati 1000 hari Gus Dur. Kata “memperingati” memiliki kata dasar ingat dengan awalan me - dan akhiran – i , dimana dalam hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenang atau membuka lembaran-lembaran lama tentang Gus Dur. Bagi saya—tentu ini sangat sujektif—Gus Dur ibarat batu kristal yang memiliki banyak sisi. Pada setiap sisi yang kita dekati, selalu saja ada keindahan tersendiri. Ya. Itulah Gus Dur dengan segala keluar-biasaan dalam keterbiasaannya. Malam itu kita diajak mengenal Gus Dur melalui pendekatan Budaya. Pagelaran wayang semalam suntuk sengaja diadakan keluarga ndalem. Alissa Wahid, Putri sulung Gus Dur, menceritakan bagaimana kecintaan Gus Dur terhadap budaya, wayang khususnya. Dulu saat mbak Alissa masih duduk di bangku perkuliahan di Yogyakarta, setiap Gus Dur d...

Ziarah Budaya: 1000 Hari Gus Dur

Akeh kang apal….Qur’an Hadits e… [Banyak yang hafal Qur’an Haditsnya] Seneng Ngafirke marang liyane… [Senang mengkafirkan yang lainnya] Kafir e dewe Ga’ di gatekke… [Kafirnya sendiri tak pernah dipedulikan] Yen isih kotor…ati akale…2X [Jikalau masih kotor hati-akalnya] Saat masih di Solo, tepatnya bulan Ramadhan. Hampir setiap towa Langgar (mushala) dan masjid-masjid kampungku tak bosan mengumandangkan Syi’ir Tanpo Wathon (Syair Tanpa Aturan). Konon syair tersebut adalah satu di antara peninggalan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) bagi kita semua. Saya yakin, teman-teman Kompasiana, terutama pegiat kajian toleransi keagamaan, begitu akrab dengan pemikiran beliau yang tidak sedikit orang bilang “ nyleneh ”. Tapi apa yang beliau urai dalam syair tersebut sungguh “menelanjangi” kita, khususnya umat Islam. Melalui larik lirik sederhana, Gus Dur mengajak kita menjadi muslim sejati. Gus Dur tak hanya minta kita kembali kepada al-Qur’an dan Hadits. Tak pula mem...