Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fiksi

Menyuji Mimpi

Saat pertama dua pasang mata kita beradu, aku tahu, ada yang ingin kupersembahkan padamu. Cinta dan ketertarikan ini adalah hutang rasa yang harus kembali, meski engkau tidak pernah menagihnya. Engkau pun punya hutang padaku, karena engkau pula yang menyebabkan rasa ini tercipta. Semesta akan mencatat perhitungan ini dengan cermatnya. Ia berjalan sendiri, menggerai rambut hitam panjangnya yang basah seusai mandi. Di kali. Titik-titik air berjatuhan di pipinya, di gaunnya, di tanah. Angin menyibak kembali rambut yang menutup sayu wajahnya. Mungkin ingin menyapa atau sekadar membelainya. Tersenyum ia dalam titik-titik air. Sayang, aku hanya kuasa memandangnya dari sela-sela daun jambu. Ia pun menghilang di balik dedaunan ketika aku terlena dalam lamunanku, sementara aku tetap di sini. Di sela daun jambu, merindui. Aku cemburu entah pada siapa. Perasaan ini, cemburu ini, semakin mempercantik parasnya dari hari ke hari. Aku tak tahu, apa esok atau lusa, atau ...

Kursi Gila!

Sahdan. Jauh di tengah hutan Kalimantan, para binatang sedang bergosip ria tentang manusia. Berbeda dengan ibu-ibu rumah tangga yang sibuk ngobrolin infotaiment, bangsa binatang berdiskusi mengenai wacana politik. Biasa di luar memang. Eitz, luar biasa maksudnya. Kalau Afrika punya Amazon, Indonesia punya hutan yang tak kalah luasnya di Kalimantan. Kira-kira demikian hutan Kalimantan punya cerita: Kancil sebagai figur yang terkenal karena dengan kecerdikannya memulai pembicaraan panas tersebut. “Saudara-saudara sebangsa binatang. Pernahkah kalian mendengar virus kursi gila yang menimpa bangsa manusia? Tidakkah saudara-saudara sadari bahwa belakangan, dalam dunia manusia, telah menyebar virus super ganas.” Kata si Kancil sambil menghentakkan kakinya sembari membuka matanya lebar-lebar, menatap setiap wajah di sekelilingnya. “Sudah kuduga, tak ada yang tahu di antara kalian semua. Baiklah. Virus ini bisa mematikan daya kepekaan sesama manusia. Lebih gilanya, viru...