Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label syiir tanpo waton

Ziarah Budaya: 1000 Hari Gus Dur

Akeh kang apal….Qur’an Hadits e… [Banyak yang hafal Qur’an Haditsnya] Seneng Ngafirke marang liyane… [Senang mengkafirkan yang lainnya] Kafir e dewe Ga’ di gatekke… [Kafirnya sendiri tak pernah dipedulikan] Yen isih kotor…ati akale…2X [Jikalau masih kotor hati-akalnya] Saat masih di Solo, tepatnya bulan Ramadhan. Hampir setiap towa Langgar (mushala) dan masjid-masjid kampungku tak bosan mengumandangkan Syi’ir Tanpo Wathon (Syair Tanpa Aturan). Konon syair tersebut adalah satu di antara peninggalan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) bagi kita semua. Saya yakin, teman-teman Kompasiana, terutama pegiat kajian toleransi keagamaan, begitu akrab dengan pemikiran beliau yang tidak sedikit orang bilang “ nyleneh ”. Tapi apa yang beliau urai dalam syair tersebut sungguh “menelanjangi” kita, khususnya umat Islam. Melalui larik lirik sederhana, Gus Dur mengajak kita menjadi muslim sejati. Gus Dur tak hanya minta kita kembali kepada al-Qur’an dan Hadits. Tak pula mem...