Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label filosofi hidup

Titik

Waktu tak ubahnya titik-titik panjang membentuk garis, menjadi kata, merangkai makna.Mungkin, sesekali kita berpikir ingin meluruskan titik-titik yang bengkong atau mungkin kita menghapus titik tersebut, sehingga menjadi kenangan manis dikala rambut kita mulai memutih kelak. Sayang seribu sayang, bak punguk merindukan bulan, muskhill kita kembali pada titik yang sama. Meski kita menangisinya dengan tetesan darah, penyesalan itu hanya akan menjadi pepesan kosong yang tiada artinya. Baik dan buruk, bahagia dan sedih, hanya sebatas penilaian yang tentunya sangat subjektif. Mungkin di masa lalu, pada titik tertentu kita merasa sangat menderita. Bahkan perasaan itu membuat kita tak hentinya menitikkan air mata. Mungkin juga serapah jahanam sempat terlontar dari mulut mungil kita pada sebuah nama dan berpikir bahwa pada saat itu habislah hidup kita. Mati. Sepertinya kita terlalu cengeng jika harus menangisi hal-hal semacam itu. Sebab, dititik lain, kita merasa begitu bungah akan apa...

Menikahi Tuhan?

Sekilas membaca judul di atas, mungkin Anda akan berpikir, "Ini orang sudah gila", "Ya Tuhan, apa-apaan ini?", "Semoga saudaraku ini kembali ke jalan yang benar."  Ok. Don't judge the book by the cover, mungkin nasehat itu bisa kita gunakan di sini. let's we see. Beberapa waktu lalu, saat berbicara tentang masa depan dengan seorang kawan, saya terhenyak kaget dengan ungkapannya tentang pernikahan. Mulanya kami asyik-masyuk berbicara problematika kenegaraan yang tak kunjung surut. Saat perdebatan mulai tidak jelas kemana arahnya, saya mencoba mencairkan suasana dengan melemparkan sebuah pertanyaan, “Bung, kira-kira kapan kau mau menikah?” Setelah menghela nafas panjang, dia menatap mataku dalam dan tersenyum. Mungkin dia sedang menertawakan pertanyaanku, karena saya juga belum menikah.  Tangan kanannya berayun menepuk pundakku. “Kenapa kita harus menikah? Memang apa yang sebenarnya kita inginkan dari sebuah pernikahan? Pengen dipijitin?,  ada ...

Memahami Inti Kebahagiaan

Komaruddin Hidayat, 250 Wisdoms; Membuka Mata, Mengungkap Makna. (Jakarta: Hikmah, Cetak Pertama, Februari 2010) ix + 334 hlm, tebal:13 x 20, 5 cm *** “Adalah wilayah ilmu untuk berbicara, sedangkan hak kearifan adalah mendengarkan,” demikian kata Oliver Wendell Holmes (1809 – 1894). Pada zaman sekarang ini, tidaklah sulit jika kita ingin menemukan orang memiliki ilmu pengetahuan, akan tetapi sulit untuk menemukan orang bijak, orang yang mampu bertindak sesuai dengan etika masyarakat. Orang yang mau mendengar suara di sekitarnya, sehingga terwujudlah keharmonisasian. Pada umumnya, kita terlalu tergesa-gesa memberi jawaban terhadap masalah yang kita hadapi tanpa memahami terlebih dahulu hakikatnya. Maka berlakulah ungkapan, “penyesalan datang kemudian hari.” Manusia bertindak sekehendak hatinya untuk mendapatkan cita-cita, kebahagiaan; kebahagiaan yang diukur materi. Ukuran berdasarkan ruang dan waktu. Umumnya materi diidentikkan dengan kekayaan dan kedudukan. Demi mendapatka...

Makna di Balik Sebuah Pernikahan [1]

Beberapa waktu lalu, aku dikagetkan ketika sedang bercakap-cakap dengan kawan mengenai masa depan. Ketika sedang asyik berbicara tentang isu-isu kenegaraan. Aku bertanya pada temanku, “Kapan kamu akan menikah, Brad?” Dia tersenyum padaku, kemudian dia menjawab panjang “Kenapa kita harus menikah? Apakah yang kita inginkan dari sebuah pernikahan? Dipijitin? Ada panti pijat atau kalau lu punya duit tinggal spa, beres kan!?. Pengen dicuciin baju kita? Gampang..., ini zaman modern cuy, ada mesin cuci juga ada laundry. Pengen dimasakin? Apa lagi yang ini, sekarang ini banyak restoran siap saji, bisa tinggal telfon. Kalau g punya duit, bisa di abang-abang pinggir jalan atau Warteg. Atau pengen diservis?? Tuh, di pinggir jalan aja banyak.” Kemudian dia mengakhiri bicaranya dengan tertawa terbahak-bahak, dan isapan rokok mengakhiri tawanya. Kepulan asap pun melingkupi wajahnya yang bulat. Benar-benar sial, gara-gara percakapan siang itu, pada malam hari aku memutar semua isi k...