Langsung ke konten utama

Satu Hari Satu Tulisan



Satu Hari, Satu Tulisan di Blog



“Jam 11:00. Baru bangun tidur setelah semalaman begadang. Nyalain laptop, stel musik yang bisa meningkatkan gairah hidup. Mandi. Keluar cari makan. Duduk di depan laptop, baca berita. Iseng-iseng nulis.”

Menulis satu tulisan dalam satu hari, bukan sesuatu yang tidak mungkin. Menulis atau mencatat adalah satu tradisi yang melatarbelakangi lahirnya sebuah peradaban. Melalui tulisan kita bisa mengetahui sejarah sebuah peristiwa akbar. Mengenai yang satu ini, saya tidak percaya dengan pandangan Howard Gadner tentang Multiple Intelligence. Saya yakin setiap orang bisa menulis. Hanya saja tidak semua orang mau menulis. Mungkin juga bingung apa yang akan ditulis. Jika anda termasuk dalam kategori kedua, saya memiliki trik untuk hal ini. Saya tidak ingat betul darimana saya memperoleh metode ini dan, saya tidak pula mengklaim bahwa saya orang pertama yang menemukan metode ini. Kira-kira metode yang saya gunakan untuk menulis adalah sebagai berikut;

  1. 1.      Dengan merujuk pada wahyu pertama dalam ajaran Islam, iqra’ yang berarti membaca. Hal yang pertama harus dilakukan sebelum menulis adalah membaca. Membaca tidak selalu harus diartikan dengan membaca sebuah buku. Lantas apa yang harus dibaca? Di sekitar kita banyak hal yang bisa dibaca. Mulai dari diri kita hingga—siapa kita, tubuh kita, kebiasaan kita, hobi kita, dll—hingga orang-orang atau fenomena di sekitar kita.


  1. 2.     Seperti halnya dengan membaca, begitupun dengan menulis biasanya dalam buku-buku tentang menulis, atau pelatihan menulis, yang selalu ditekankan adalah dimulai dengan menulis diary atau menulis apa pun. Teman-teman tidak perlu memikirkan tentang tanda baca, pilihan bahasa, kata baku, dan struktur bahasa lainnya. Yang perlu dilakukan adalah menulis, menulis, dan menulis sehingga terbiasa dengan dunia tulis. Menurut saya trik ini hanya berlaku bagi pemula seperti saya. Jika anda sudah mahir dalam menulis, menurut saya anda perlu memilih satu pembahasan atau masalah yang harus anda tekuni, agar anda menjadi manusia yang berguna untuk semesta. Bukan orang yang egois yang ingin diketahui dunia kegiatan apa saja yang anda lakukan.


  1. 3.      Apa yang mau ditulis diblog? Banyak hal yang bisa kita tulis diblog, misalnya; kegiatan disekitar kita, traveling, mimpi, teman-teman, sikap orangtua, review buku atau film.


  1. 4.      Ketika sedang menulis, sebisa mungkin usahakan mengalir. Jangan terlalu sering melakukan editing ketika sedang menulis. Jika kita terlalu sering melakukan editing, maka hal itu akan membuat kita berputar-putar mengenai hal remeh-temeh yang bisa kita lakukan setelah kita menyelesaikan tulisan tersebut. Bisa jadi kita akan enggan meneruskan tulisan tersebut karena kepala kita sudah cenat-cenut alias stress.


  1. 5.     Jika tulisan anda telah selesai, jangan pernah malu atau takut menyodorkan tulisan anda kepada orang-orang disekitar anda untuk memberikan penilaian. Meskipun itu sebuah kritikan yang pedas, “Ah, tulisan sampah”, “Tulisan payah”, “Nggak, jelas banget subjek-objeknya” atau mungkin “Keren banget, tulisin aku dong”….


Ada lagi, jika dalam satu hari anda ingin posting tulisan anda sendiri, di blog anda sendiri tentunya, jangan lupa akses internetnya. Jika tidak, selamanya anda tidak akan bisa posting tulisan di blog anda. Selamat Menulis. Go-blog yukk...  ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah dan Khittah PPMI Assalaam

Sejarah Berdiri PPMI Assalaam Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam merupakan karya besar yang lahir dari kegiatan pengajian keluarga. Bermula dari kecintaan H. Abdullah Marzuki dan istri, Hj. Siti Aminah, terhadap kegiatan pengajian keislaman Bapak H. Abdullah Marzuki di sela-sela kesibukan mengelola bisnis penerbitan Tiga Serangkai (TS), beliau mengajak semua keluarga, termasuk keluarga pegawai TS, untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pengajian demi meningkatkan kualitas Ilmu, iman, Islam, dan amal saleh. Di lihat dari latar belakang keluarga, sejak awal keluarga H. Abdullah Marzuki memiliki komitmen yang tinggi terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Sebelum terjun ke dunia penerbitan dan percetakan, beliau dan istri sudah menjalankan profesi sebagai guru ( mu’allim ). Jiwa mendidik ini menggelora dan mendarah daging dalam urat nadi keluarga beliau sehingga di mana pun beliau berada selalu peduli terhadap pendidikan. Kepedulian beliau terhadap pendidika...

Dualisme-Cartesian; Dalam Perdebatan Para Filosof

Dualisme-Cartesian; Dalam Perdebatan Para Filosof [i] Oleh: Ngabdulloh Akrom Abstraksi Keterpilahan antara kesadaran [mind] dan materi [matter]—dualisme cartesian—dianggap ikut bertanggung jawab terhadap munculnya pelbagai krisis global, seperti krisis ekologi, kekerasan, konflik yang makin mengental, reifikasi, alienasi, dan dehumanisasi. Fenomena ini juga tidak dapat lagi dugunakan untuk memahami fenomena-fenomena fisis, biologis, psikologis, sosial, dan spiritual yang saling terkait satu sama lain. [ii] Sekilas melihat, begitu mengerikan dampak dari dualisme-cartesian. Karena pernyataan di ataslah penulis ingin mengkaji lebih terperinci mengenai dualisme-cartesian. Dalam makalah ini, penulis mencoba melihat secara kritis apa itu dualisme-cartesian, dan membandingkan pemikiran antara Descartes, Hobbes, Locke dan Leibniz mengenai dualisme-cartesian. Untuk sistematika penulisannya, penulis melihat bagaimana pemikiran Descartes mengenai hubungan antara ji...

BIDAYAH AL-HIKMAH: Mukadimah

BIDAYAH AL-HIKMAH (karya: Allamah Thabathaba’i) Oleh: Ngabdulloh Akrom PENDAHULUAN Dengan nama Allah,  Mahamemberi dan Mahapengampun. Segala puji hanya bagi - Nya, tempat kembali segala realitas. Shalawat dan salam atas rasul, dan Muhammad ciptaan terbaikNya, dan ahlul baitNya yang sucikan. Definisi, Subjek, dan Tujuan dari Hikmah Metafisikan (Hikmah al-Ilahiyah), secara literal berarti kearifan ilahi ( divine wisdom ) adalah disiplin ilmu yang membahas perihal eksistensi ( wujud ) sebagai mana adanya ia ( wujud bima huwa maujud ). Subjeknya berkaitan dengan sifat esensial (essential properties/’ awâridh dzatî  ) dari wujud itu sendiri. Tujuanya adalah mengetahui berbagai wujud secara general untuk memisahnya dari wujud non-hakikat (realitas semu). Sebagai contoh; ketika seseorang memikirkan tentang dirinya, maka ia menemukan adanya realitas di dalam dirinya. Dia juga menemukan adanya realitas di luar dirinya yang juga hakiki dan ia bisa mengetahui keberadaan wujud (being) y...